Hari ini hari Senin, hari pertama aku masuk kelas 2 SMA. Hhh…. Semuanya terasa membosankan! Kelas baru, teman baru, baju baru… ah sudahlah lupakan. Aku benci di sini. Semuanya terasa mati! Aku seperti tidak bisa lagi merasakan kehidupan. Kelas apa ini? Aku benci teman baru, apalagi anak-anak perempuan di kelas baru ini terlihat centil dan berisik, semacam perempuan-perempuan tidak berotak, kerjanya hanya bisa gossip, dandan, dan shopping, dan aku fikir perempuan seperti itu hanya ingin berteman dengan anak-anak yang selevel dengan mereka saja. Mereka pasti tidak mau berteman dengan aku si kutu buku. Yah, walaupun penampilanku tidak terlalu cupu, tapi aku tidak suka shopping dan gaya hidup seperti mereka. Mereka tidak akan mau berteman denganku. Hmm… Atau mungkin aku yang tidak mau berteman dengan mereka? Entahlah. Anak laki-laki juga sama membosankannya. Huh… semuanya tidak ada yang seperti teman-temanku di kelas satu.
Esoknya, jam istirahat, aku dengan teman sebangkuku dan dua orang sahabatku sewaktu di kelas satu ke kantin bersama-sama. Hanya makan. Ya, hanya makan. Padahal biasanya aku bisa menghabiskan waktu lama di kantin untuk makan, ngobrol, bercanda, curhat, tapi sekarang aku hanya makan, lalu kembali ke kelas.
Di jalan menuju kelas, gerombolan teman cowokku sewaktu di kelas satu, teriak-teriak memanggilku. Tapi aku hanya tersenyum dan masuk kelas. Aku ingin melupakan mereka. Memang perasaanku saat ini sedang tidak menentu. Saat bel masuk, mereka menghampiriku di kelasku. Sungguh, aku tidak percaya mereka masih ingat aku walaupun kelasku terpisah sendiri. Diam-diam aku merindukan kebersamaan yang dulu yang tidak kutemukan disini, atau mungkin belum?
Beberapa hari berlalu, mungkin beberapa minggu. Atau mungkin beberapa bulan. Hubunganku dengan sahabat-sahabatku mulai merenggang. Tidak ada lagi kumpul-kumpul. Tidak ada lagi ngobrol-ngobrol. Tidak ada lagi canda tawa. Paling cuma sekedar menyapa saat bertemu. Aku pun masih belum bias membuka diri dengan teman-teman baruku. Kecuali teman sebangku mungkin.
Sungguh, waktu berlari begitu cepat. Aku ingat satu tahun yang lalu. Aku benci teman-teman baruku di kelas satu. Aku benci sekolah baruku di SMA. Selalu begitu. Karena aku anak yang paling sulit beradaptasi dengan sesuatu yang baru. Tapi lama-kelamaan yang aku benci menjadi aku cintai. Aku cinta teman-temanku, sahabat-sahabatku, kelasku, guru-guruku, semuanya. Bahkan saat menjelang kenaikan kelas aku benar-benar merasa sedih dan frustasi. Karena AKU TIDAK INGIN KEHILANGAN MEREKA. Aku tau, kita masih tetap bias seperti biasa walaupun pisah kelas. Tapi yang aku takut adalah dengan pisah kelas itu dengan sendirinya kita akan saling melupakan. Dan ketakutanku menjadi kenyataan pada hari ini.
Hari ini aku benar-benar rindu sahabat-sahabatku. Aku lihat mereka sedang kumpul di kantin. Sudah lama aku tidak ikut kumpul bareng seperti ini.
“Hai temen-temen! Kangen banget gue sama kalian. Gue gabung ya?” kusapa teman-temanku itu. Tapi mereka hanya melihatku sekilas. Lalu satu-persatu bubar. Ada yang bilang mau ke kelas, ada yang bilang mau ke toilet, ada yang bilang ada urusan, dan satu-satunya sahabatku yang masih tersisa hanya menatapku, bukan tatapan membela, tapi tatapan kasihan, lalu ia ikut pergi. Sekarang tinggal aku sendiri. Ada apa dengan mereka? Tidak suka aku di sini? Tapi kenapa? Apa salahku? Apa karena aku sudah jarang ngumpul bareng mereka? Ya Tuhan.. padahal besok adalah hari ulang tahunku. Hari ini sengaja aku ingin mengingatkan mereka kalau besok adalah hari ulang tahunku. Sungguh, aku sedih sekali. Lalu aku berlari ke kelas, menelungkup di atas meja, menangis.
“Beby, lo kenapa? Kok nangis?” Niki, teman sebangkuku bertanya padaku, wajahnya terlihat khawatir.
Segera aku menyeka air mataku lalu tersenyum,”Nggak apa-apa kok.”
Hmm… malam sudah menunjukkan pukul 21.00, tapi aku tidak bisa tidur. Berharap pada jam 12 nanti ada yang mengucapkan happy birthday padaku. Tidak lama kemudian ada sms masuk ke ponselku. Wew, dari sahabatku, Rizna! Terburu-buru aku membuka inbox ingin segera membacanya. Tapi dadaku terasa sesak saat membaca sms itu.
From: Rizna
26/08/2009
21:13
Heh! Ngomong apa lo sm Jeri?? Lo mw ngadu domba gue sm dy hah?!
Tmn macem ap lo! Sumpah ya gw kcewa bgt, sahabat gw dr kls 1
ternyata pngkhianat!
Ada apa ini sebenarnya? Aku bahkan sudah lama tidak kontak dengan Jeri. Jeri salah satu sahabatku juga. Atau mungkin ada yang memfitnahku? Segera aku balas sms Rizna.
To: Rizna
26/08/2009
21:17
Ada apa Riz? Kok tiba2 sms marah2 gtu? Gue gak ngrti mksud lu.
Gue udh lama gak kontek sm Jeri. Pasti ada yg fitnah gue Riz! :’(
Aku tidak mengerti! Sekarang kepalaku benar-benar terasa ingin pecah. Ada apa ini sebenarnya? Sesaat kemudian Rizna membalas smsku, aku segera membacanya.
From: Rizna
26/08/2009
21:20
Alaah, gak usah sok sdih gitu deh lo! Basi bgt tw gk?! Gw benci sm lo!
Gw gk mw lagi pnya tmn kayak lo!!! Jgn prnah hubungin gw lgi!
Kali ini air mataku benar-benar tidak bisa dibendung lagi. Ya Allah… dosa apa aku sampai sahabatku seperti ini? Siapa yang memfitnahku?
Tapi aku belum mau menyerah. Aku coba sms Jeri.
To: Jeri
26/08/2009
21:31
Jer, emangnya gue ngomong apa sm lu? Knp tiba2 rizna mrh2 sm gue?
Tak lama kemudian Jeri membalas.
From: Jeri
26/08/2009
21:33
Ngga tw dh. Sori beb, gw sibuk
Hanya itu??? Hanya itu balasannya?? SHIT!! Hari ini benar-benar hari sialku!! Setelah ini apalagi??? Aku benar-benar tidak tahan! Tidak tahan dengan semua ini! Aku benci mereka semua! Aku benci sahabat-sahabatku! Aku benciiii!!!
Segera aku mematikan ponselku. Karena aku tahu, tidak akan ada yang mengucapkan happy birthday. Tidak akan ada yang ingat! Aku sudah terlupakan!
Lalu ku ambil buku diary kesayanganku dan aku mulai menulis.
26/08/09
Hikz… hikz.. Tuhan, apakah ini hari sialku? Mengapa sahabat2ku memusuhiku seperti ini? Padahal besok adalah hari ulang tahunku… T_T
Tuhan… di hari ulang tahunku esok aku tidak meminta banyak, aku tidak minta dibelikan apapun yang mahal atau yang indah. Aku hanya berharap masih ada seseorang yang menyayangiku, yg mencintaiku setulus hati.. tapi apakah harapanku ini terlalu tinggi? Aku mohon…..
Aku lelah, aku lelah untuk menangis. Dan tanpa sadar aku tertidur.
Hah??? Jam berapa ini? Jam berapa ini?? Aku segera meraba-raba mencari ponselku. Ahh.. ponselku mati, aku lupa. Sebelum aku sempat menghidupkan ponsel, di samping bantalku ada kotak hadiah dan surat. Hmm,, dari mama dan papa.
27-08/09
Dear Beby,
Pagi, sayang. Happy birthday ya. Mama dan papa selalu mendoakan yg terbaik untuk kamu. Maaf ya sayang, papa dan mama gak bisa tatap muka sm kamu karna harus berangkat kerja. Mama lihat kamu tidur pulas sekali, kamu seperti habis menangis. Jangan sedih ya sayang.
Hug & kiss,
Mama papa
Terimakasih papa mamaku yang paling paling the best. Aku sayang kalian. Setelah aku buka, isi kotaknya adalah sebuah novel yang sedang aku cari-cari. Wahh, papa dan mama memang paling ngerti!
Oh iya, aku sampai lupa menyalakan ponselku. Wew, ada 20 pesan belum terbaca. Di situ ada nama-nama sahabat dan teman-temanku, ada Rizna dan Jeri juga! Ternyata mereka semua hanya ingin mengerjaiku dan membuat kejutan. Sialan! Haha.. aku cinta mereka.
“Neng Beby, di luar ada temennya tuh neng.” Suara Mbok Iyem menyadarkan lamunanku. Aku segera berlari keluar. Tapi, dimana teman-temanku? Aku berjalan sampai keluar pagar dan…
“Aduh!!” sebuah telur mendarat di kepalaku. Argh! Kerjaan siapa ini?! Lalu bertubi-tubi telur-telur yang lain menyusul. Aku hanya bisa berteriak sambil berjongkok pasrah. Sedetik kemudian tubuhku sudah seperti adonan yang hendak dipanggang dalam oven.
“Eh, sialan lo semuaaaaaa!!!!”
“Hahahaha, kena deh!” seru Rizky kegirangan.
“Gue tau lo belom mandi beb! Abis sms kita gak ada yang lo bales, pasti lo masih tidur. Hahaha. Oia, sori ya say soal yang semalem. Hehehe.” Rizna terkekeh.
“Arrgghh!! Bener-bener sialan dah lo semua! Gue udah stress dari kemaren lo pada ngejauh, tiba-tiba sekarang gue dikeroyok begini. Ampun dah. Hahaha.. gue mandi dulu ah! Bau amis nih gue. Rese lo dasar semuanya!”
Hari ini aku rayakan bersama mereka. Tentu saja mereka menagih traktiran. Setelah itu ada kado besar. Ternyata boneka beruang berwarna pink. Di dadanya ada gambar hati bertuliskan ‘We Love You Beby’. Mereka memesan ini khusus untukku. Terima kasih Tuhan, Engkau mengabulkan doaku. Tidak ada yang lebih indah selain merayakan kebahagiaan bersama sahabat-sahabat tercinta.
I love you more than you know..
Cerita ini hanya fiksi belaka. Jika ada kesamaan nama dan karakter, mohon jangan diambil hati. :-)
Cerita ini hanya fiksi belaka. Jika ada kesamaan nama dan karakter, mohon jangan diambil hati. :-)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar