reva dan rey sudah jadian selama satu tahun. mereka pasangan yang harmonis. dalam hubungannya itu mereka hampir tidak pernah mengalami pertengkaran yang serius. reva sangat mencintai rey, tapi sikapnya sedikit egois dan kekanakan. rey yang sabar selalu bisa menghadapi sikap reva yang kekanakan itu dengan kepala dingin dan sikapnya yang dewasa.
sudah beberapa hari ini sikap rey berubah. setiap reva sms atau telpon, handphone rey jarang sekali aktif. atau kalaupun reva ke rumahnya, rey tidak ada di rumah. reva bingung bercampur gelisah. kemana lagi dia harus mencari rey? teman-temannya pun tidak tau rey dimana.
dan sudah lima hari rey sulit sekali dihubungi. rasa sedih dan gelisah kini bercampur rasa curiga di dalam diri reva. reva benci pada perubahan sikap rey yang mendadak ini. rasa cintanya berbalik menjadi benci. ya, reva benci pada rey. bahkan reva sekarang sudah dekat dengan cowok baru. padahal hubungannya dengan rey belum benar2 selesai.
tanpa sepengetahuan reva, rey sebenarnya sedang mengidap penyakit yang cukup parah. dokter bilang, penyakit yang bersarang di tubuh rey sudah tidak bisa disembuhkan lagi. dokter hanya menyarankan agar rey tidak terlalu banyak bergerak yang membuat tubuhnya capek apalagi celaka. juga jangan sering begadang atau keluar malam2. karna itu bisa membahayakan dirinya.
hidup rey kini tergantung pada obat yang mungkin bisa menambah umurnya sedikit lebih lama. badan rey terlihat lebih kurus dari sebelumnya. stamina tubuhnya juga berkurang drastis.
memang salah rey karna ia tidak memberitahukan keadaannya pada reva. ia hanya tidak bisa melihat reva sedih, walaupun ia tau, cepat atau lambat reva pasti akan mengetahui hal ini. tapi untuk sementara ini ia belum bisa memberitahunya.
rey ingat. besok hari ulang tahun reva. rey ingin menebus kesalahannya karna telah mendiamkan reva selama seminggu ini. rey ingin memberi kejutan untuk reva. nanti malam ia akan ke rumah reva, dan menjadi orang pertama yang mengatakan Happy Birthday, walaupun ia tau bahwa ia sudah melanggar nasihat dokter, tapi ia tidak perduli.
malamnya, dengan membawa sebuah kotak kecil yang disimpan di saku celananya, ia pergi ke rumah reva dengan motornya. ia sudah membayangkan senyum reva nanti saat ia memberikan kejutan kecil pada reva di hari ulang tahunnya.
tiba2 hujan turun. rey tidak berhenti dulu untuk berteduh, ia malah mempercepat laju motornya, karna ia takut terlambat sampai di rumah reva. tiba2 pandangannya kabur karna terhalang hujan. ia tidak melihat di depannya ada orang menyebrang. akhirnya ia menjatuhkan diri. tangan dan kakinya terluka. jalanan sepi, jadi tidak ada yang membantunya selain orang yang hampir ia tabrak tadi. rey mengerang kesakitan. tapi tekadnya untuk memberi kejutan pada reva tidak hilang begitu saja.
ia lihat arlojinya. sekarang sudah jam 12 lewat. tanpa memedulikan lukanya, ia bangkit dan mencoba mengendarai motornya lagi walaupun dengan tertatih-tatih. hujan yang deras membuat lukanya yang terbuka terus meneteskan darah. tapi itu tidak membuat ia menghentikan laju motornya.
sesampainya di depan rumah reva, dengan baju basah kuyup, wajah pucat pasi, dan luka yang belum kering, rey mengetuk pintu rumah reva. lalu reva membuka pintu dan kaget dengan apa yang dilihatnya. rey tersenyum lemah melihat reva.
"Berani2nya kamu datang kesini setelah seminggu kamu nggak pernah ngasih kabar?! Asal kamu tau, aku nyari kamu kemanapun, tapi kamu nggak pernah ada! jangan pernah injakkan kaki kamu di rumahku lagi! kita nggak ada hubungan apa2 lagi! aku benci kamu rey!"
BRAKKK!! pintu ditutup keras2 di depan wajah rey yang sudah lemah. senyumnya lenyap. harapannya pupus seketika. tapi ia tidak menangis. rey adalah laki2 yang kuat yang selalu yakin bisa meluluhkan gadis yang ia cintai itu.
kotak kecil yang tadi ia bawa ia letakkan di depan pintu lalu bergegas pulang.
paginya, saat reva membuka pintu, kakinya menyenggol sesuatu. ternyata sebuah kotak kecil. ia buka bungkusannya, ternyata sebuah cincin emas putih. di dalam kotak itu juga ada selembar surat.
Happy Birthday, Reva, my Little Angel.
semoga selalu dalam keadaan sehat dan bahagia.
maafin aku ya sayang, belakangan ini aku nggak
pernah hubungin kamu.
aku sedang sakit, dan sakitku cukup parah, sebenarnya
aku nggak mau kamu tau karna aku nggak mau ngeliat
angel-ku sedih. tapi cepat atau lambat kamu pasti akan tau juga.
Aku ingin kamu tau.
Aku cinta kamu dalam keadaan apapun. dalam hidup atau mati.
Jangan sedih lagi, My Angel. aku selalu sayang kamu.
kamu nggak akan pernah kehilangan aku di hatimu...
with love.
Rey
tanpa terasa airmata reva menitik. beberapa jenak ia terhipnotis oleh selembar surat dari orang yang paling ia cintai itu. betapa jahatnya ia membiarkan kekasihnya menderita sendirian saat ia sedang sakit parah.
lalu reva segera tersadar dari lamunannya. ia langsung berlari ke kamar, mengambil ponselnya dan menghubungi nomor Rey. tidak aktif. dan tanpa pikir panjang ia langsung bergegas ke rumah rey.
betapa terkejutnya saat ia lihat keramaian di rumah rey, dan banyak bendera kuning terpampang disana. tubuhnya kaku, lidahnya kelu. wajahnya tercengang saat melihat jasad rey yang tidak bernyawa sudah ditandu menuju makam. reva hanya bisa menangis mengiringi rey ke pusara.
Maafkan aku rey. aku belum sempat buat kamu tersenyum...
Sumber: otak gue (aulia rahmah uwyha)